//]]>

Senin, 22 Oktober 2012

TERAPI : RESEP OBAT TRADISIONAL UNTUK PENYAKIT KOLERA

LUVI HERBAL - Penyakit perut ini disebabkan oleh sejenis bakteri VIBRIO yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan atau minuman dan dapat menular dengan sangat cepat sekali. Dalam usus tipis hanya beberapa jam saja sudah bisa berkembang biak menjadi ribuan bakteri, menyebabkan penderita mengalami buang air beras secara terus menerus dan kotoran yang keluar seperti air beras, dan disusul dengan muntah-muntah yang sangat hebat. Dalam waktu singkat badan sudah menjadi kering, kaki dan tangan menjadi dingin, serta suara menjadi serak. Jika terlambat diobati, bisa menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam sampai 4 hari.
Sebagai langkah awal, hentikan untuk sementara makan makanan apapun, kecuali hanya minum air matang yang dibubuhi sedikit garam untuk pengganti cairan yang keluar. Gosoklah kaki dan tangan menggunakan minyak gondopuro, kompres perut dengan air hangat atau isi botol menggunakan air hangat dan tempelkan di perut. Resep Obat Kuno sebagai langkah awal adalah:
1. Untuk Minuman jika haus :
Sediakanlah air rebusan daun SEMBUNG MANIS + Daun SAMBILOTO + WIDORO UPAS, rajang semua bahan, rebus dengan air secukupnya,minum hangat-hangat sebagai pengganti teh
2. Resep Obat Kuno :
SEMBUNG LEGI 40 gram + LAOS dirajang 50 gram + DAUN SANGKET dipotong-potong 10 gram. Semua bahan dimasak dengan air 4 gelas hingga matang. minum 3 x sehari 1 cangkir

PENTING : Kalau sudah mulai merasa ringan, diperbolehkan makan makan yang lunak dan encer, seperti nasi tim atau bubur beras yang cair.

PERHATIKAN : Hindari makanan yang telah dihinggapi lalat, lindungi makanan anda dari lalat, masak air minum terlebih dahulu. Dalam keadaan epidemi air sungai bisa menjadi suatu sarana penularan. Bersihkanlah bekas muntahan penderita dengan cairan pembersih, cuci pakaian penderita dengan terlebih dahulu merendamnya dengan air mendidih. Semoga info tersebut bisa bermanfaat.

sumber : http://resep-kuno.blogspot.com/2009/05/resep-obat-kuno-penyakit-cholera.html

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar